Pemadu warna pakaianCek ukuran
Galeri Look
Hijab & Busana Muslim

Hijab Pashmina Tutorial: 6 Gaya dari yang Paling Simpel sampai untuk Kondangan

Hijab pashmina tutorial 6 gaya: lilitan dasar 4 langkah, gaya tanpa jarum untuk jersey, lilit rapi untuk kerja, sampai dua lapis dengan bros untuk kondangan.

Oleh Tim Ruang OutfitTerbit 9 menit baca
Perempuan memakai kerudung panjang merah berumbai yang satu sisinya dililitkan ke bahu, dipadukan kaus bergaris hitam putih, kardigan abu, dan jam tangan.
Satu sisi pashmina disampirkan melintang ke bahu, sisi lain jatuh di depan.Foto: Arif Syuhada / Pexels, Pexels License

Kalau kamu mencari hijab pashmina tutorial yang paling dasar, ini intinya: bentangkan pashmina di kepala dengan satu sisi lebih panjang, sematkan di bawah dagu, lilitkan sisi yang panjang melintasi kepala, lalu sematkan di sisi kepala dan rapikan sisa kain di depan. Empat langkah itu adalah fondasi dari hampir semua gaya pashmina, dari yang dipakai ke kampus sampai yang dipakai ke kondangan.

Panduan ini membahas enam gaya, diurutkan dari yang paling simpel. Setiap gaya disertai bahan yang paling cocok, karena bahan menentukan cara melilit: pashmina jersey yang melar diperlakukan berbeda dari ceruti yang ringan atau viscose yang licin. Kalau kamu lebih sering memakai kerudung persegi, baca juga tutorial hijab segi empat yang menutup dada.

Kenali dulu pashmina dan bahannya

Kata pashmina berasal dari bahasa Persia: Wikipedia mencatat bahwa pashm berarti wol, dan di Kashmir istilah itu merujuk pada wol kambing Changthangi. Di Indonesia, maknanya bergeser. Yang disebut pashmina di toko umumnya merujuk pada kerudung persegi panjang, bukan bahan wol: produk pashmina yang diulas IDN Times dan Merdeka.com, misalnya, berbahan ceruti, jersey, dan rayon spandex. Karena itu nama bahan biasanya ditambahkan di belakangnya: pashmina ceruti, pashmina jersey, pashmina kaos.

Soal ukuran, IDN Times menyebut pashmina umumnya lebih besar dari hijab segi empat, dengan panjang sekitar 180-200 cm dan lebar 70-80 cm. Ada juga yang lebih pendek, misalnya produk berukuran 175 x 75 cm yang diulas Merdeka.com. Selisih 25 cm itu terasa saat kamu ingin melilit dua kali atau membuat dua lapis.

Kerudung panjang polos warna hijau zaitun digulung melingkar di atas kain goni dan papan kayu, dengan seikat bunga kering merah di sudut.
Kerudung panjang polos warna hijau zaitun. Sebelum memilih gaya, raba dulu bahannya: melar, licin, atau kaku.Foto: Teguh Sugi / Pexels, Pexels License

Sebelum memilih gaya, kenali sifat bahanmu. Tabel ini merangkum sifat yang tercatat di sumber dan apa artinya saat dililit.

BahanSifat menurut sumberArtinya saat dililit
Jersey dan kaosKain rajut yang ringan dan melar (Wikipedia)Cenderung menempel, cocok untuk gaya tanpa jarum
CerutiDipasarkan sebagai bahan lembut dan ringan (Merdeka.com)Jatuhnya cantik untuk gaya dua lapis, butuh jarum tambahan
SifonKain tenun tipis yang menerawang dan tepinya mudah bertiras (Wikipedia)Pakai inner senada, semat dengan hati-hati
Viscose (rayon)Lembut dan menyerap, jatuh dan licinnya mirip nilon (Wikipedia)Mudah bergeser, sematkan di dua titik

Pendapat redaksi: pemula sebaiknya belajar dengan pashmina jersey dulu. Bahan yang memaafkan kesalahan membuat kamu fokus pada urutan gerakan, bukan sibuk mengejar kain yang melorot.

Perlengkapan yang perlu disiapkan

Gaya pashmina apa pun jadi jauh lebih mudah dengan empat benda ini.

  • Ciput atau inner. Ciput rajut memberi pegangan supaya pashmina tidak tergelincir. Ciput yang licin justru sering jadi biang kain melorot ke belakang.
  • Jarum pentul dan peniti. Siapkan dua atau tiga. Satu untuk bawah dagu, satu untuk sisi kepala, satu cadangan untuk bahan licin.
  • Bros (opsional). Untuk acara formal, bros menggantikan jarum di titik yang terlihat.
  • Cermin yang cukup besar. Idealnya bisa melihat sampai dada, karena di situlah jatuhnya kain dinilai.

Satu kebiasaan kecil yang jarang dibahas: arahkan ujung jarum menjauhi kulit dan simpan jarum cadangan di tempat tertutup, bukan ditusukkan di baju. Kalau pashmina dipakai seharian, cek sematan saat istirahat siang.

Gaya 1: pashmina dasar satu lilitan (paling simpel)

Gaya ini adalah fondasi untuk lima gaya lainnya. Hampir setiap hijab pashmina tutorial yang kamu temukan berangkat dari urutan yang sama. Kalau kamu baru belajar cara pakai hijab pashmina, kuasai gaya ini dulu sampai bisa dilakukan tanpa cermin.

  1. Langkah 1: Pakai ciput dan rapikan rambut

    Pakai ciput (dalaman kerudung) dan pastikan rambut serta anak rambut sudah masuk semua. Ciput berbahan rajut membantu pashmina tidak mudah bergeser.

  2. Langkah 2: Bentangkan dengan satu sisi lebih panjang

    Letakkan pashmina di kepala dengan sisi lebar membingkai wajah. Geser kain sampai satu sisi jauh lebih panjang dari sisi lainnya, misalnya sisi panjang sampai ke pinggang dan sisi pendek sebatas dada.

  3. Langkah 3: Sematkan di bawah dagu

    Pertemukan kedua sisi di bawah dagu, tarik sedikit supaya bagian dahi rapi, lalu sematkan dengan jarum pentul atau peniti. Arahkan ujung jarum menjauhi kulit.

  4. Langkah 4: Lilitkan sisi panjang melintasi kepala

    Bawa sisi yang panjang ke belakang lalu melintang ke atas kepala, sampai ujungnya mencapai sisi kepala yang berlawanan.

  5. Langkah 5: Sematkan dan rapikan bagian depan

    Sematkan lilitan di sisi kepala, lalu biarkan sisa kain jatuh di depan sampai menutup dada. Tarik lipatan sedikit demi sedikit sampai jatuhnya terlihat rata.

Diagram empat panel cara memakai hijab pashmina gaya dasar: bentangkan dengan satu sisi panjang, sematkan di bawah dagu, lilitkan sisi panjang melintasi kepala, sematkan dan rapikan.
Diagram skematis gaya dasar satu lilitan, dari langkah 1 sampai 4.

Kesalahan paling umum di gaya ini adalah sisi panjang yang kurang panjang. Akibatnya, setelah dililit, sisa kain di depan tinggal sedikit dan dada kurang tertutup. Kalau itu terjadi, ulangi langkah kedua dan geser kain lebih jauh ke sisi yang panjang. Gaya dasar ini cocok untuk semua bahan, tapi hasil paling rapi biasanya didapat dari jersey dan ceruti.

Gaya 2: menjuntai menutup dada tanpa lilitan kedua

Gaya ini adalah versi dasar yang lebih tertutup. Sisi panjang tidak dililitkan ke atas kepala, melainkan disampirkan ke bahu lalu sebagian dibiarkan jatuh panjang di depan. Hasilnya lembut, tidak berlapis tebal di kepala, dan nyaman untuk hari panas.

  1. Pakai ciput, bentangkan pashmina dengan satu sisi jauh lebih panjang.
  2. Sematkan di bawah dagu.
  3. Sampirkan sisi pendek ke bahu di sisinya sendiri.
  4. Sisi panjang dibiarkan jatuh di depan dada. Bila terlalu panjang, lipat sebagian ujungnya ke bahu yang berlawanan tanpa melilit kepala.
  5. Tarik bagian depan sampai jatuhnya menutup dada secara merata.

Rumus outfit yang mudah ditiru: pashmina hitam, kemeja putih longgar, dan jeans. Kontras hitam putih membuat bentuk jatuhnya kain terlihat jelas.

Kartu Look

Pashmina hitam menjuntai dengan kemeja putih longgar dan jeans

Pashmina hitam berumbai dililit sekali, sisi panjangnya dibiarkan jatuh di depan sampai menutup dada, dipadukan kemeja putih longgar dan jeans biru. Rumus hitam putih ini aman untuk kuliah, kerja santai, dan jalan di akhir pekan.

Item yang terlihat
Hijab
pashmina polos berumbai, gaya menjuntai menutup dada, warna hitamSaran redaksi bahan jersey atau kaos supaya tidak mudah melorot tanpa banyak jarumSatu sisi disampirkan ke bahu, sisi lain jatuh panjang di depan sehingga dada tertutup tanpa perlu dililit dua kali.
Atasan
kemeja lengan panjang longgar, warna putihSaran redaksi bahan katun atau linen supaya ademPotongan longgar menyamarkan lekuk badan dan memberi kontras dengan pashmina hitam.
Bawahan
celana jeans, warna biruSaran redaksi bahan denim yang tidak terlalu ketat supaya nyaman duduk lama
Palet warna
Alternatif hemat
  • Ganti pashmina berumbai baru dengan pashmina atau kerudung panjang hitam polos yang sudah ada di lemari. Yang membuat look ini rapi adalah cara jatuhnya kain dan kontras hitam putih, bukan rumbainya.
  • Ganti kemeja putih baru dengan kemeja putih lama atau blus putih longgar. Selama potongannya longgar dan bersih dari noda, kemeja apa pun memberi efek kontras yang sama.

Lihat look ini di galeri

Soal batas menutup aurat, ayat yang sering dirujuk adalah QS An-Nur ayat 31, yang dalam terjemahan Kemenag memuat kalimat "hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya". Untuk penafsiran dan penerapannya, tanyakan ke guru agama atau ulama yang kamu percayai. Ruang Outfit membahas sisi gaya, bukan hukum.

Gaya 3: tutorial hijab pashmina jersey dan kaos tanpa jarum

Pashmina jersey dan kaos punya keunggulan yang tidak dimiliki bahan lain: rajutannya melar, jadi kain bisa diselipkan dan ditahan oleh lapisan kain itu sendiri. Ini yang membuat gaya tanpa jarum mungkin.

  1. Pakai ciput rajut. Lapisan rajut bertemu rajut memberi cengkeraman paling kuat.
  2. Bentangkan pashmina dengan satu sisi lebih panjang.
  3. Silangkan kedua sisi di bawah dagu tanpa disemat. Tarik sisi pendek ke belakang leher.
  4. Lilitkan sisi panjang melintasi kepala ke sisi berlawanan.
  5. Selipkan ujung lilitan ke bawah lapisan kain di sisi kepala, tepat di atas telinga. Tekan sebentar supaya rajutannya saling mengunci.
  6. Rapikan bagian depan dan pastikan dada tertutup.

Jujur saja, gaya tanpa jarum bukan untuk semua bahan. Pada viscose yang licin atau ceruti yang ringan, selipan cenderung mudah lepas sebelum hari berakhir. Kalau tutorial hijab pashmina kaos yang kamu tonton terlihat mudah, kemungkinan besar bahannya memang jersey atau kaos, bukan karena tekniknya ajaib.

Gaya 4: lilitan longgar untuk bahan tipis

Tidak semua pashmina harus terlihat licin dan kencang. Pashmina tipis bertekstur kusut justru tampil paling bagus saat dililit longgar, sehingga lipatan alaminya menjadi detail. Gaya ini cocok untuk liburan, jalan santai, atau hari ketika kamu ingin tampil effortless.

Perempuan tersenyum memakai kerudung panjang krem berbahan tipis bertekstur kusut yang dililitkan longgar ke bahu, dengan baju hitam bermotif polkadot putih.
Pashmina tipis bertekstur kusut yang dililit longgar ke bahu. Teksturnya justru jadi detail.Foto: Mikhail Nilov / Pexels, Pexels License

  1. Bentangkan pashmina dengan kedua sisi hampir sama panjang, lalu sematkan di bawah dagu.
  2. Ambil satu sisi dan sampirkan longgar ke bahu yang berlawanan, jangan ditarik kencang.
  3. Biarkan sisi lainnya jatuh bebas di depan.
  4. Atur lipatan di sekitar wajah dengan jari, bukan disetrika rapi.

Kalau bahannya sifon, ingat tepinya mudah bertiras dan kainnya menerawang. Pakai inner warna senada supaya rambut dan leher tidak terlihat dari balik kain. Warna pastel dan krem paling aman di gaya ini; untuk ide kombinasi warna dengan baju, coba pemadu warna.

Gaya 5: lilit leher rapi untuk kerja

Untuk hari kerja, kebutuhannya berbeda: kain tidak boleh mengganggu saat mengetik atau menyetir, dan tampilannya harus rapi sampai sore. Gaya lilit leher menjawab itu karena sebagian besar kain terkunci di sekitar leher.

Perempuan duduk di kursi memakai kerudung abu kebiruan dengan rumbai ungu yang melingkari leher dan ujungnya jatuh di depan, atasan merah muda, latar dinding merah.
Pashmina berumbai yang melingkari leher dengan ujung jatuh di depan, garis yang rapi untuk hari kerja.Foto: Thirdman / Pexels, Pexels License

  1. Bentangkan pashmina dengan satu sisi lebih panjang, sematkan di bawah dagu.
  2. Bawa sisi panjang ke belakang leher, lalu kembalikan ke depan melingkari leher.
  3. Biarkan ujungnya jatuh di depan dada. Bila pashminanya berumbai, rumbai itu bisa dibiarkan terlihat sebagai aksen.
  4. Sematkan lilitan di sisi leher supaya tidak terurai.

Catatan penting: lilitan di leher membuat bagian depan lebih pendek. Kalau kamu ingin dada tetap tertutup, pilih pashmina yang panjangnya mendekati 200 cm atau gabungkan dengan atasan longgar. Inspirasi outfit kantor lainnya ada di hub outfit kerja.

Gaya 6: dua lapis dengan bros untuk kondangan

Inilah tutorial hijab pashmina simple dan elegan untuk acara formal seperti kondangan. Bagian depan yang bertumpuk dua lapis memberi kesan formal tanpa harus memakai hijab instan atau aksesori kepala yang ramai.

  1. Pakai ciput, bentangkan pashmina dengan satu sisi jauh lebih panjang, sematkan di bawah dagu.
  2. Lilitkan sisi panjang melintasi kepala seperti gaya dasar, sematkan di sisi kepala.
  3. Sisa sisi panjang dibawa lagi ke depan, lalu dilipat menjadi lapisan kedua di atas lapisan pertama.
  4. Atur kedua lapisan supaya tepinya bertingkat, sekitar satu jengkal jaraknya.
  5. Ganti jarum di sisi kepala atau bahu dengan bros sebagai penyemat yang terlihat.

Close-up bros bulat dengan batu putih susu di tengah dan lingkaran kristal bening, disematkan pada kain rajut hitam berlis putih.
Contoh bros berhias kristal. Untuk kondangan, satu bros di sisi kepala atau bahu sudah cukup.Foto: Magda Ehlers / Pexels, Pexels License

Bahan terbaik untuk gaya ini adalah ceruti, karena ringan dan jatuhnya cantik saat bertumpuk. Pendapat redaksi: cukup satu bros. Bros kedua dan ketiga biasanya membuat fokus terpecah, apalagi kalau gamis atau kebayamu sudah berpayet. Kalau masih bingung memilih warna, lihat panduan gamis hitam cocok dengan jilbab warna apa atau inspirasi kebaya modern untuk tamu undangan.

Gaya mana untuk bahan dan acara apa?

Tabel ringkas ini membantu kamu memilih dalam lima detik sebelum berangkat.

GayaBahan paling cocokAcaraButuh jarum?
1. Dasar satu lilitanJersey, cerutiHarian, kuliah2
2. Menjuntai menutup dadaJersey, kaosHarian, kerja1
3. Tanpa jarumJersey, kaosHarian, olahraga ringan0
4. Lilitan longgarBahan tipis, sifon dengan innerLiburan, santai1
5. Lilit leherJersey, viscoseKerja2
6. Dua lapis dengan brosCerutiKondangan, lebaran1 jarum + 1 bros

Jumlah jarum di tabel adalah saran redaksi untuk hasil yang tahan seharian, bukan aturan baku. Bahan yang licin hampir selalu butuh satu jarum lebih banyak.

Kesalahan umum dan cara memperbaikinya

Kain melorot ke belakang. Penyebab tersering adalah ciput licin. Ganti dengan ciput rajut dan tarik bagian dahi sedikit ke depan sebelum menyemat di bawah dagu.

Wajah terlihat sesak. Sematan di bawah dagu terlalu kencang. Longgarkan sekitar satu jari supaya kain membingkai wajah, bukan menekan pipi.

Lilitan terlihat tebal di satu sisi. Biasanya karena kain tidak dilebarkan saat melintasi kepala. Bentangkan lilitan selebar mungkin, baru semat.

Bagian depan terlalu pendek. Ulangi dari awal dan buat sisi panjang lebih panjang lagi. Ini juga alasan pashmina 175 cm kadang kurang untuk gaya dua lapis.

Menurut kami, tampilan rapi bukan soal banyaknya gaya yang kamu hafal, tapi soal satu gaya yang kamu kuasai sampai otomatis. Pilih satu dari enam gaya di atas, ulangi seminggu, baru pindah ke gaya berikutnya.

Merawat pashmina supaya tetap rapi

Pashmina yang kusut atau berbulu akan merusak gaya serapi apa pun. Langkah pertama selalu sama: baca label perawatan. GINETEX, lembaga internasional pelabelan perawatan tekstil, menjelaskan bahwa simbol setrika dua titik berarti suhu tapak maksimal 160 derajat Celsius, kelompok yang mencakup wol, sutra, poliester, dan viskosa. Tiga titik, yaitu sampai 210 derajat Celsius, ditujukan untuk katun dan linen.

Viscose perlu perhatian ekstra saat dicuci. Wikipedia mencatat ketahanan viscose biasa rendah, terutama saat basah. Jadi hindari memeras kuat dan jemur dengan cara dibentangkan. Panduan lengkap mencuci dengan tangan dan mesin ada di cara mencuci baju sesuai bahan.

Simpan pashmina dengan cara digulung atau digantung di gantungan khusus syal, bukan dilipat kecil. Lipatan tajam pada ceruti dan viscose sering meninggalkan garis yang terlihat di dahi.

Langkah berikutnya

Sekarang kamu punya enam gaya: dasar, menjuntai, tanpa jarum, longgar, lilit leher, dan dua lapis. Simpan hijab pashmina tutorial ini dan mulailah dari gaya dasar, lalu sesuaikan dengan bahan yang ada di lemari. Untuk memadukan pashmina dengan gamis, buka panduan model gamis; untuk melihat lebih banyak kombinasi busana muslim, jelajahi rubrik busana muslim dan galeri look. Masih ragu outfit hari ini sudah pas? Coba tanyakan ke stylist virtual.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa ukuran hijab pashmina yang paling umum?
Pashmina di pasaran umumnya berukuran panjang sekitar 180-200 cm dan lebar 70-80 cm, ada juga yang 175 x 75 cm. Untuk gaya lilit dua kali atau dua lapis, pilih yang panjangnya mendekati 200 cm.
Bahan pashmina apa yang paling mudah untuk pemula?
Jersey atau kaos biasanya paling mudah karena kainnya rajutan yang melar, jadi cenderung menempel dan tidak mudah melorot. Ceruti juga ringan dan lembut, tapi biasanya butuh jarum tambahan supaya lilitannya diam.
Bisakah memakai pashmina tanpa jarum sama sekali?
Bisa, terutama dengan pashmina jersey atau kaos di atas ciput rajut. Kuncinya adalah menyelipkan ujung lilitan ke bawah lapisan kain di sisi kepala. Untuk bahan licin seperti viscose atau ceruti, tetap sediakan minimal satu jarum di bawah dagu.
Gaya pashmina apa yang cocok untuk kondangan?
Gaya dua lapis dengan bros cocok karena bagian depannya bertumpuk dan terlihat lebih formal. Pakai bahan yang jatuhnya bagus seperti ceruti, lalu cukup satu bros di sisi kepala atau bahu supaya tidak ramai.
Bagaimana supaya pashmina menutup dada?
Atur sisi panjang lebih panjang dari biasanya, lalu setelah lilitan disematkan, biarkan sisa kain jatuh di depan, bukan disampirkan ke bahu. Gaya menjuntai di artikel ini dirancang untuk itu.
Kenapa pashmina selalu melorot ke belakang?
Biasanya karena ciputnya licin atau sematan di bawah dagu kurang rapat. Ganti dengan ciput rajut, tarik bagian dahi sedikit ke depan sebelum menyemat, dan tambahkan satu jarum di belakang kepala bila bahannya viscose atau ceruti.
Bagaimana menyetrika pashmina viscose atau ceruti?
Ikuti simbol setrika di label. Menurut GINETEX, simbol setrika dua titik berarti suhu tapak maksimal 160 derajat Celsius, kelompok yang mencakup wol, sutra, poliester, dan viskosa. Kalau ragu, lapisi dengan kain tipis dan pakai suhu rendah.

Sumber

  1. Pashmina, Wikipedia, diakses 2026-10-15
  2. 5 Rekomendasi Pashmina untuk Penampilan Elegan dan Nyaman, IDN Times, diakses 2026-10-15
  3. 5 Model Hijab Pashmina yang Simpel dan Stylish, Inspirasi Bikin Tampilanmu Makin Elegan, Merdeka.com, diakses 2026-10-15
  4. Jersey (fabric), Wikipedia, diakses 2026-10-15
  5. Chiffon (fabric), Wikipedia, diakses 2026-10-15
  6. Rayon, Wikipedia, diakses 2026-10-15
  7. Care symbols, GINETEX, diakses 2026-10-15
  8. Al-Qur'an Surah An-Nur ayat 31 (terjemahan Kemenag), Kementerian Agama Republik Indonesia, diakses 2026-10-15